Sesalan
Aku marah tiada siapa yang mengerti,
Aku sakit tiada siapa yang mengetahui,
Bahkan aku sedih tiada siapa yang memahami,
Akhirnya aku tewas dengan tangisan,
Tapi sadis bila tiada siapa yang menemani tangisanku,
Tiada siapa yang datang memberi pelukan hangat untukku,
Tiada siapa yang hadir memberi kata-kata pujukan untukku,
Lalu aku terduduk memeluk lututku sendiri,
Aku tersenyum sendiri melihat diriku yang penuh dengan air mata,
Apa mungkin mereka bisa datang jika aku sendiri menutup tangisanku?
Ya, aku sendiri yang ego memperlihatkan perasaan sebenarku,
Akhirnya aku hanya sendiri ditemani air mata dan penyesalanku.
Comments
Post a Comment